SMAN 2 Kotabumi Angkat Tema Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dalam Apel Tematik
Kotabumi, Senin, 31 Agustus 2026 — SMAN 2 Kotabumi menggelar apel tematik dengan mengangkat tema “Menjaga Hati, Menjaga Lisan, Menjaga Sesama: Mencegah Kekerasan terhadap Anak dalam Cahaya Nilai-Nilai Islam.” Pembinaan dalam apel disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Kotabumi, Ibu Mike, S.Pd., M.Pd., dengan mengajak seluruh peserta didik untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.

Dalam penyampaiannya, Ibu Mike, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa kekerasan terhadap anak tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat. Kata-kata kasar, ejekan, ancaman, maupun tindakan yang menyakiti dapat menjadi luka yang membekas. Hal tersebut disampaikan melalui perumpamaan hati manusia seperti cermin yang dapat menjadi buram ketika terus-menerus digores atau dikotori.
Pembinaan kemudian mengajak siswa untuk mengenali empat bentuk kekerasan terhadap anak, yaitu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan psikologis atau emosional, dan kekerasan digital. Keempat bentuk tersebut dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari sehingga penting bagi siswa untuk mengenali dan mencegahnya.
Pertama, kekerasan fisik merupakan tindakan yang dapat menyebabkan rasa sakit atau melukai tubuh seseorang. Bentuknya dapat berupa memukul, menendang, mendorong dengan sengaja, atau tindakan fisik lainnya yang dilakukan untuk menyakiti orang lain. Karena itu, setiap permasalahan antarsiswa perlu diselesaikan dengan cara yang baik tanpa menggunakan kekerasan.
Kedua, kekerasan verbal dapat muncul melalui penggunaan kata-kata yang menyakiti perasaan orang lain. Ejekan, penghinaan, pemberian julukan yang menyakitkan, hingga bentakan dengan kata-kata kasar merupakan beberapa contoh yang perlu dihindari. Meskipun tidak meninggalkan luka secara fisik, perkataan tersebut dapat membekas dan memengaruhi perasaan seseorang.

Ketiga, kekerasan psikologis atau emosional berkaitan dengan tindakan yang dapat mengganggu perasaan dan kondisi emosional seseorang. Bentuknya dapat berupa ancaman, pengucilan, mempermalukan seseorang, merendahkan, atau membuat seseorang merasa tidak berharga. Tindakan semacam ini perlu mendapat perhatian karena dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung.
Keempat, kekerasan digital menjadi bentuk kekerasan yang semakin perlu diperhatikan seiring dengan penggunaan teknologi dan media sosial. Contohnya antara lain komentar yang menghina, penyebaran foto tanpa izin, perundungan melalui grup media sosial, serta penyebaran fitnah atau informasi yang dapat merugikan orang lain. Penggunaan media digital pun perlu disertai tanggung jawab dan sikap saling menghormati.
Pembinaan tersebut juga membahas dampak yang dapat ditimbulkan dari kekerasan terhadap anak. Dampaknya antara lain dapat menyebabkan hilangnya rasa percaya diri, munculnya rasa takut untuk bergaul, kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, hingga kecemasan dan stres. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan perlu menjadi perhatian bersama agar tindakan tersebut tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih panjang.

Mengacu pada nilai Rahmatan lil ‘Alamin, Ibu Mike, S.Pd., M.Pd. mengajak siswa untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama di lingkungan sekolah. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menghargai teman, tidak mengejek kekurangan orang lain, membantu teman yang mengalami kesulitan, serta berani melaporkan tindakan kekerasan kepada guru.
Pesan pembinaan kemudian dirangkum melalui tiga komitmen yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menjaga lisan, menjaga tindakan, dan menjaga sesama. Ketiganya menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Melalui apel tematik ini, SMAN 2 Kotabumi memberikan penguatan kepada peserta didik mengenai pentingnya mencegah berbagai bentuk kekerasan serta membangun sikap saling menghormati. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong siswa untuk berprestasi, tetapi juga membentuk karakter yang baik dan berakhlak mulia.
Share to :
SMA NEGERI 2 KOTABUMI